MENILIK WISATA DI KOTA SEMARANG

MENILIK WISATA DI KOTA SEMARANG

Kota Semarang yang dikenal sebagai kota industri ternyata punya beberapa wisata yang terbilang cukup eksotis.

Walaupun banyak yang mengira bahwa Bandungan, Saloka, Semilir itu masuk ke wilayah Semarang, anggapan tersebut sebenarnya keliru. Sebab daerah tersebut masuk ke dalam Kabupaten yang bukan Kota Semarang

Bagi orang asli Semarang kadang sering bingung jika bertemu teman yang bercerita, “aku kemarin habis dari pesona tiga Semarang tempatnya enak dan sejuk”. Tentu orang Semarang akan berkata, “Itu Bandungan Kabupaten Semarang ndes.”

Hal tersebut bukan sebuah kesalahan yang harus diperdebatkan, karena orang Semarang secara emosional (mungkin) sedikit bangga ketika nama daerahnya disebut-sebut.

Bahkan saya kira tidak hanya orang Semarang yang merasakan hal tersebut, mungkin juga orang dari Kota Bandung misalnya juga merasakan hal serupa ketika ada wisatawan berkujung ke Paralayang yang berada di Kabupaten Bandung dibilangnya main ke Kota Bandung.

Maka, sebagai orang Semarang, saya akan merekomendasikan tiga tempat yang memang lokasinya di Kota Semarang.

  1. Kampung Jawi

Kampung Jawi beralamatkan di Jalan Kalialang Lama, RT 02, RW 01, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Jika berkunjung ke sini, kita akan merasakan vibes yang berbeda dari biasanya, dikarenakan Kampung Jawi menerapkan konsep yang berbeda dari tempat-tempat wisata modern seperti  sekarang ini.

Seperti vibes alunan angklung, obor, sentir, penjual yang berbusana khas jawa hingga cara pembayaran yang unik menggunakan kepeng. Di mana kepeng ini merupakan alat transaksi pada zaman Majapahit. Untuk penggunaannya, pengujung bisa menukar uang dengan kepeng. Di mana satu kepeng di hargai Rp. 3.000.

Kampung Jawi ini di kelola langsung oleh pokdawis dan semua pedagangnya adalah warga sekitar. Wisata ini dibuka mulai pukul 17.00 WIB. Dan untuk harga makanannya pun cukup terjangkau. Bagi pengunjung dari luar daerah, disarankan untuk memakai rute dengan benar, karena destinasi ini memang lumayan jauh dari pusat kota yaitu Simpang Lima.

  1. Kampung Djadhoel

Wisata Kampung Djadhoel mulai menjadi tempat wisata pada akhir tahun 2017 yang beralamatkan di Kampung Batik Tengah, RT 04, RW 02, Rejomulyo, Kecamaran Timur Kota Semarang. Lokasi tersebut tidak jauh dari pusat kota, namun jika ingin datang rombangan sebaiknya tidak menggunakan banyak mobil dikarenakan lahan parkir yang terbatas.

Di sini para wisatawan akan di suguhkan dengan berbagai karya mulai dari batik, lukisan, hingga mural. Para wisatawan juga bisa ikut dalam kegiatan membatik serta berbelanja oleh-oleh atos (yang tak bisa di makan).

Konsep kampung ini mengusung suasana tempo dulu. Bahkan ketika melihat motif batiknya, tentunya berbeda dengan batik di Kota Jogja maupun Solo misalnya. Di Semarang sendiri, batik memiliki motif kembang kangkung dan manuk pletuk. Untuk harga batiknya sendiri cukup variatif, mulai dari Rp.150.000-Rp.5.000.000 tergantung kualitas dan motifnya.

Sedangkan untuk lukisan muralnya ada juga yang berupa mural batik, mural wayang beber, hingga lukisan yang menggambarkan Kota Semarang pada tempo dulu.

  1. Kampung Wisata Nongkosawit.

Kampung yang mempunyai ciri khas dalam penyambutan tamu dengan Tarian Kuntul  ini berlokasikan di Kampung Nongkosawit, RT 02, RW 01, Kelurahan Nongkosawit. Selain Tarian Kuntul yang menjadi daya tarik kampung ini, ada juga Omah Pong. di mana bangunannya terbuat dari ranting-ranting kayu jati yang di susun seperti rumah pohon.

Omah Pong digunakan oleh anak-anak untuk belajar dan bermain. Permainan yang dimainkan pun terbilang permainan tradisional, seperti egrang yang berdiri dan jalan pakai kayu, dakon, blarak hingga sempal.

Selain permainan di Omah Pong ada juga kegiatan-kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya, seperti kirap pusaka kyai bende hingga belajar gamelan.

Uniknya, Kampung Nongkosawit disebut juga sebagai kampung ramah burung. Lantaran terdapat berbagai jenis burung seperti beo, kacer, kakatua dan juga jalak yang dilindungi dan disediakan penangkarannya.

 

Penulis: Ridwan Maulana

Editor: Khoirul Atfifudin

Sumber Foto: https://id.pinterest.com/pin/85286986680896980/

Leave a Reply

Your email address will not be published.